UGM URUN REMBUG UNTUK GUNUNGKIDUL KAJI PELAYANAN PUSKESMAS PEMBANTU

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu) adalah salah satu jaringan pelayanan dari Puskesmas. Masih terdengarnya keluhan dari masyarakat ada Pustu yang tidak beroperasional seperti yang diharapkan. Demikian pula evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menilai kurang dari 50% gedung Pustu yang kondisinya baik. Belum lagi ditinjau dari kunjungan Pustu yang sebagian besar kurang dari 12 orang per hari. Puskesmas sendiri menilai adanya Pustu tertentu yang sudah tidak efisien lagi untuk dibuka pelayanannya.

Hari Jum’at kemarin (13/09/19) di Ruang Rapat I Pemerintah Kabupaten Gunungkidul diselenggarakan diskusi sebelum nantinya dilakukan kajian oleh Tim Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran-Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Diskusi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawaty, M. Kes. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa dari jumlah 110 Pustu yang ada saat ini sangat beragam kondisinya baik gedung, sumber daya manusia, sarana prasarananya maupun lokasinya. Tujuan dari kerja sama dengan UGM ini agar Pemerintah Daerah mendapat informasi dan data yang tepat terkait keberadaan Pustu di Kabupaten Gunungkidul untuk nantinya menentukan dalam pengambilan kebijakan terutama seberapa besar Pustu-Pustu ini tetap dipertahankan bahkan direvitalisasi.

Diskusi dihadiri beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) antara lain Bappeda, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan Daerah, DPMPT (Perijinan), Bagian Organisasi dan Bagian Kesejahteraan Rakyat serta seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Gunungkidul. Diskusi dipandu Kepala Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM Dr. dr. Dwi Handono Sulistyo, M. Kes. Tim kajian hadir lengkap dengan semua enumerator yang akan terjun kelapangan di masing-masing Puskesmas. Dr. Dwi menyampaikan bahwa adanya pengkajian ini bukan bermaksud akan menutup Pustu, tetapi menguak apa yang terjadi pada pelayanan Pustu selama ini. Harapannya nantinya didapat data yang akurat sehingga akan ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh Tim Kajian.

Pada diskusi tersebut sangat banyak informasi awal, masukan dan saran yang diberikan oleh OPD yang hadir, bahkan peserta sangat tertarik dengan masalah yang akan dikaji ini. Diskusi dilanjutkan dengan diskusi kelompok antara Enumerator dangan Kepala Puskesmas terkait teknis pelaksanaan di lapangan.

2573total visits,1visits today