TINGKATKAN WILAYAH BEBAS JENTIK DENGAN AKSELERASI G1R1J

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang sudah dikenal masyarakat umum. Setiap tahun kasus penyakit ini selalu ada bahkan saat ini di musim kemaraupun kasus tetap ada. Untuk mewaspadai kejadian kasus DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan sosialisasi wilayah bebas jentik dengan akselerasi Gerakan satu Rumah satu Jumantik (G1R1J) di Ruang Rapat Pemda Gunungkidul beberapa hari yang lalu (16/09/2019). Sosialisasi ini diberikan kepada Camat, Tim Penggerak PKK, Tokoh agama dan para Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Wonosari. Para peserta merupakan mitra potensial Dinas Kesehatan yang akan menjadi motivator di wilayah masing-masing. Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan, drg. Niken Widyawati, MM yang membuka kegiatan sosialisasi menerangkan bahwa diharapkan dalam satu rumah ada anggota keluarga yang menjadi juru pemantau jentik (jumantik) yang hasil pantauannya akan dikumpulkan kader untuk dilaporkan ke Puskesmas. Sedangkan untuk instansi seperti kantor dan sekolah langsung melaporkan hasil pantauan ke Puskesmas. Kalau kegiatan ini berjalan dengan baik insya Allah kasus DBD bisa ditekan.

Pembicara dari Dinas Kesehatan DIY, dr. Veronika menjelaskan penanganan yang paling jitu dalam mencegah DBD adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M+ yang sudah diketahui masyarakat yaitu Menutup, Menguras dan Mengubur plus menaburkan larvasida, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, menghindari menggantung pakaian di dalam kamar, dan lain-lain. Selain itu beliau menyampaikan gejala-gejala penyakit DBD serta menganjurkan masyarakat segera memeriksakan ke sarana pelayanan kesehatan jika ada hal-hal tersebut.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawaty, M. Kes meminta masyarakat berhati-hati jika ada oknum yang menawarkan pencegahan DBD dengan fogging (pengasapan). Fogging merupakan alternatif terakhir jika ada penularan di masyarakat karena pelaksanaan fogging yang tidak sesuai ketentuan akan merugikan masyarakat sendiri dan lingkungan sekitar. Selain persiapannya cukup merepotkan, petugas harus sudah mendapat pelatihan, dosis dan cara mencampur insektisida harus benar, waktu penyemprotan harus tertentu, biaya mahal, lingkungan bisa rusak dan yang mengkhawatirkan nyamuk bisa kebal terhadap insektisida tersebut jika tidak sesuai ketentuan. Gerakan satu Rumah satu Jumantik (G1R1J) merupakan strategi yang sangat bagus dan mudah dilakukan masyarakat. Dengan mempopulerkan gerakan ini masyarakat bisa terlindungi dari penyakit DBD.

558total visits,1visits today