Hari jumat tgl 17 Juni 2022 bertempat di Sanggar Suryo Bawono, Siyono Kulon, Logandeng, Playen, Gunungkidul diselenggarakan pertemuan Paguyuban Driver Ambulan bersama Stikes Karya Husada.

Pertemuan ini sebagai kelanjutan dari agenda pertemuan sebelumnya yang bertujuan untuk menjalin komunikasi, dan kolaborasi yang bertujuan untuk mensinergikan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mencari solusi bersama terkait permasalahan kesehatan di masyarakat sesuai kapasitas dan kompetensi masing – masing.

Paguyuban driver ambulan beranggotakan sekitar driver yang berasal dari semua kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Penyelenggara ambulan yang ada di Kabupaten Gunungkidul beragam, dari Rumah sakit Pemerintah, Rumah Sakit Swasta, Puskesmas, Klinik, Donatur, Partai, Organisasi Masyarakat dan sukarela Tokoh Masyrakat.

Stikes Karya Husada mempunyai program peningkatan kapasitas driver ambulan dengan memberi materi Bantuan Hidup Dasar (basic LIfe Support) untuk membekali driver saat merujuk pasien. Materi ini diberikan berdasarkan masukan dari driver ambulan yang sering terjadi permasalahan di lapangan saat adan kasus/kejadian di masyarkat mauapun saat merujuk pasien. Driver ambulan swasta adalah relawan masyarakat yang sering membantu saat ada bencana alam, bencana non alam, orang tenggelam, kecelakaan, kebakaran, warga yang sakit di rumah, dll. Sehingga saat menghadapi situasi darurat dan belum ada tenaga kesehatan yang menangani, relawan tersebut bisa memberi pertolongan dengan tepat dan aman. Setidaknya tidak membuat kondisi lebih parah.

Pada kesempatan itu Kepala Bidamg Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul drg. Dyah Mayun Hartanti, MMR yang hadir dalam acara tersebut menyapaikan, sangat mendukung kegiatan kolaborasi ini, Karena Dinas Kesehatan membutuhkan dukungan semua pihak baik pihak swasta, organisasi masyarakat, paguyuban driver ambulan, dan  Akademisi untuk menjawab berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat. Keberadaan paguyuban driver ambulan yang kemarin saat pandemi sibuk dengan rujukan kasus covid-19, saat ini kasus sudah menurun namun keberadaannya masih sangat dibutuhkan masyarkat untuk mengantar periksa cuci darah/HD, mengatar rujukan pasien dari rumah ke fasilitas kesehatan, dll. Dinas Kesehatan menangkap potensi sumber daya ini untuk mendukung rujukan maternal (rujukan ibu bersalin) untuk upaya menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angak Kematian Bayi (AKI/AKB), dan harapan untuk pertemuan selanjutnya teman driver dapat diberikan materi cara merujuk ibu bersalin yang tepat dan aman. Sehingga teman-teman driver ambulan tidak tegang dan panik saat harus merujuk ibu bersalin dari ujung wilayah ke fasilitas kesehatan yang jarakanya jauh, medan sulit dan kondisi ibu kesakitan.