Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit paru yang disebabkan mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari percikan ludah yang keluar dari penderita TBC, ketika berbicara, batuk atau bersin. Kuman TBC tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus dan kelenjar.

Hari Selasa 14 Juni 2022, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul melakukan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Program TBC yang dihadiri oleh 30 Puskesmas dan 8 Rumah Sakit. Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Dewi Irawaty, M.Kes dalam sambutannya menyampaikan bahwa programmer TBC sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemberantasan TBC di Kabupaten Gunungkidul untuk semaksimal mungkin dalam upaya penemuan dan pencatatan kasus baik terduga maupun indeks kasus. Penemuan terduga TBC perlu bekerjasama dengan tokoh masyarakat setempat, baik itu Kader, RT, RW, Dukuh dan keluarga. TBC dapat dicegah dengan pemberian vaksin BCG, menggunakan masker setiap saat, menutup mulut saat bersin, batuk, tertawa, dan tidak meludah di sembarang tempat.

Saat ini penderita TBC sensitif obat ada 79 pasien dan resisten obat ada 4 pasien. Ditekankan kembali oleh Kepala Seksi P2 PM Zoonosis, dr. Yuyun Ika Pratiwi, MPH diperlukan peran berbagai pihak menuju eliminasi TBC 2030. Komitmen itu diwujudkan dalam aksi nyata berupa jaminan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien TBC, pelaksanaan pendekatan keluarga dan masyarakat, pembentukan strategi kemitraan masyarakat dan swasta, pencarian aktif pasien TBC melalui investigasi kontak (IK), serta dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) pada kontak aktif pasien TBC.

by : Bidang P2P