Klinik Sehat, Klinik Berhenti Merokok

Riset Kesehatan dasar 2018 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki perilaku merokok yang tinggi. Sejalan dengan hasil pendataan Indikator Keluarga Sehat bahwa anggota keluarga merokok juga merupakan masalah utama. Melihat permasalahan kesehatan tersebut melalui segala upaya diperlukan untuk menekan bahaya dari paparan asap rokok.

Pada hari Senin, tanggal 12 Agustus 2018 bertempat di Aula Germas Dinas kesehatan kabupaten Gunungkidul diselenggarakan peningkatan kapasitas petugas Puskesmas dalam upaya memberi bantuan untuk berhenti merokok. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul di hadapan dokter umum dan programer klinik sehat Puskesmas berharap Puskesmas mampu memberikan layanan sesuai harapan masyarakat. Layanan berhenti merokok yang digagas diharapkan menjadi layanan unggulan (inovasi) di Puskesmas sehingga menjadi nilai tambah suatu layanan.

Narasumber yang hadir adalah dari Muhammadiyah Tobacco Control Center dan dari Klinik Firdaus Yogyakarta. Narasumber memberikan teknik-teknik dan upaya yang harus di kuasai oleh dokter dan petugas puskesmas dalam membantu seseorang untuk berhenti merokok. Tekhnik konseling berhenti merokok dengan konsep 5A dan 5R sebagai assesment untuk menentukan klien dalam potensi atau kontra dalam upaya berhenti merokok sehingga dapat menentukan rencana tindak lanjut.

By Denpoer

526total visits,4visits today