KERACUNAN MAKANAN LAGI

“Ada 20 siswa kelas X yang sakit, 2 siswa tidak masuk kelas XI, dan ada satu siswa yang berobat ke Puskesmas dari kelas X, ujar Kepala SMAN 2 Playen, Fadmiyati saat dikonfirmasi, Jumat (16/11/2018) sore. Fadmiyati mengungkapkan bahwa sejumlah guru termasuk dirinya juga mengalami sakit dan diare usai menyantap makanan katering tersebut. Bahkan pihaknya juga mendapatkan laporan bila siswa dari SMAN 2 Ngaglik juga merasakan sakit yang sama hingga harus dilarikan ke RSUD Sleman. Dia menampik jika kejadian tersebut dianggap sebagai keracunan massal karena tidak ada unsur pusing serta mual yang diderita para korban. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Playen dan Dinas Kesehatan Gunungkidul guna mendalami penyebab terjadinya peristiwa tak mengenakan tersebut. (SOROT GUNUNGKIDUL)”.

Sudah sering Pihak Dinas Kesehatan Gunungkidul mensosialisasikan keamanan pangan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha untuk menjaga keamanan pangan baik makanan olahan maupun makanan siap saji. namun sampai saat ini hampir tiap bulan ada peristiwa keracunan makanan, bahkan dalam satu even besar didapati bahan makanan tambahan yang tidak diperbolehkan ada dalam makanan turut disajikan.

Pihak Dinas Kesehatan selalu mewanti wanti pihak produsen makanan untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan mulai dari bahan, cara pengolahan, penyajian dan kemasan makanan,

Ada baiknya, saat even even besar seperti perayaan, hajatan, atau apapun yang didalamnya ada suguhan makanan oleh saji dan makanan siap saji, beberapa contoh makanan yang disajikan diperiksakan lebih dulu ke laboratorium, pihak Dinas Kesehatan (Laboratorium kesehatan) akan dengan turun kelapangan untuk mengambil contoh, demi kewaspadaan dini. mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Hadiyasa Jatmika
Kepala UPT Laboratorium Kesehatan

 

 

242total visits,2visits today