KENALI PENYAKIT KAWASAKI PADA ANAK, GEJALANYA MIRIP DBD

Penyakit Kawasaki mungkin saja asing di telinga Anda. Tapi ini benar-benar nama penyakit. Bahkan seorang bayi dari Surabaya pernah terjangkit penyakit ini. Seorang bayi berusia sekitar 8 bulan terinfeksi penyakit mematikan ini. Gejala yang dialami si bayi seperti gejala demam berdarah.

Penyakit Kawasaki adalah salah satu penyakit yang tak boleh dianggap sepele apalagi diabaikan. Penyakit Kawasaki sering dikenal pula sebagai mucocutaneous lymph node syndrome.

Dokter spesialis anak RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpA (K) mengatakan gejala awal virus Kawasaki ini hampir mirip demam berdarah. Suhu badan panas yang tidak stabil. Bahkan, hingga lebih dari 4 hari. “Jika dokter yang tidak mengetahui penyakit ini, pasti akan mendiagnosis sebagai penyakit demam berdarah atau campak. Namun, virus ini tidak menular,”

Penyakit Kawasaki awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1960-an oleh Prof. Tomisaku Kawasaki. Ia adalah seorang dokter spesialis anak di Jepang, sekaligus penemu penyakit ini pada tahun 1960-an. Secara umum, penyakit Kawasaki menyerang pada anak berusia 5 bulan. Namun ada kemungkinan juga bahwa penyakit Kawasaki menyerang anak di atas usia tersebut. Gejala-gejala penyakit Kawasaki pada anak dapat dilihat sebagai berikut:
1. Gejala utamanya adalah demam. Anak akan mengalami demam tinggi sehingga suhu tubuhnya menjadi tidak stabil sekitar 5 hari.
2. Terjadinya perubahan warna mata pada anak yang menjadi merah.
3. Kondisi bibirnya menjadi warna biru dan lidahnya menjadi merah (strawberry tongue) serta pada mulut.
4. Adanya bercak kemerahan yang muncul pada kulit kaki dan tangan yang terkadang tampak bengkak.
5. Muncul pembengkakan pada kelenjar getah bening pada leher anak.

Perlu diperhatikan bahwa penyakit Kawasaki mirip dengan campak dan demam berdarah.

Akibat dari terlambatnya penangan medis akan beresiko pola detak jantung anak menjadi tidak normal, bahkan berakibat fungsi abnormal pada katup jantung.

Obat atau vaksin untuk penyakit Kawasaki ini tidak bisa dikatakan murah. Vaksin tersebut bernama Immune Globulin Injection, jenis Gamunex. Harganya pun sangat mahal, yaitu Rp 9,5 juta untuk 50 ml atau per botolnya.

50 ml vaksin Kawasaki akan habis dalam waktu sekitar 4 jam. Tak hanya mengonsumsi vaksin tersebut, anak juga perlu mengonsumsi obat pengencer darah agar tidak terjadi serangan pada jantungnya yang biasanya dikonsumsi dalam waktu 6 minggu.

disadur dari https://joss.co.id/2019/03/kenali-penyakit-kawasaki-pada-anak-gejala-mirip-dbd/
Admin
Hadiyasa

449total visits,3visits today