Dalam rangka eliminasi AIDS tahun 2030, Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi penanggulangan HIV, AIDS, dan IMS yang mengacu pada strategi global melalui jalur cepat dengan target “95-95-95”, yaitu 95% ODHIV mengetahui status HIV, 95% ODHIV yang terinfeksi HIV tetap mendapatkan terapi ARV dan 95% ODHIV yang mendapat terapi ARV mengalami supresi virus.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit melalui Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan kick-off meeting at District Gunungkidul Program HIV/AIDS pada hari Selasa 24 Mei 2022 di Rumah Makan Sego Abang Gunungkidul.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kick-off meeting at Provinsi pada tanggal 12 April 2022 lalu yang dilaksanakan di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh programmer HIV AIDS Puskesmas maupun Rumah Sakit di Kabupaten Gunungkidul. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui capaian dan kondisi status HIV/AIDS di Kabupaten Gunungkidul sekaligus dilakukan sosialisasi rencana program kegiatan apa saja yang akan dikerjakan selama tahun 2022 ini dalam mendukung upaya percepatan eliminasi AIDS sebagai bentuk penerapan startegi pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS untuk tahun 2022 – 2023 kedepan.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang P2P Bapak Sidiq Hery Sukoco, SKM, MPH menyampaikan kepada peserta kegiatan untuk dapat meningkatkan capaian program HIV/AIDS di masing-masing Puskesmas serta menindaklanjuti rencana program yang di sepakati secara maksimal. Tentu masih banyak tantangan dalam pelaksanaan program yang harus ditingkatkan capaian nya antara lain meningkatkan penemuan kasus, pengobatan kasus dan menurunkan prosentase Loss to follow up dalam pengobatan kasus.

Kemudian dalam materi yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dipaparkan berbagai data dan situasi cakupan program HIV AIDS di Kabupaten Gunungkidul. Dalam diskusi dijumpai banyaknya kendala permasalahan dilapangan sehingga perlu di sepakati strategi yang menjadi tugas bersama, salah satunya yaitu akan ada perluasan layanan fasyankes yang dilatih dalam memberikan pengobatan bagi kasus HIV-AIDS.

BY Bidang P2P