KEAMANAN PANGAN / ANCAMAN DAGING OPLOSAN DI WILAYAH GUNUNGKIDUL

Masyarakat Gunungkidul dihebohkan lagi dengan praktek kotor pengoplosan daging sapi dengan daging babi semata-mata untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya. Padahal sudah jelas praktek pengoplosan ini sangat dilarang dan diancam dengan hukuman penjara. Selama ini motifnya masih ekonomi, belum mengarah kepada yang lain, namun harus diwaspadai,

Disadur dari Sorot.com Terkuaknya praktek oplos mengoplos daging babi dengan sapi menjadi tabir buruk dunia perdagangan hewan di Kabupaten Gunungkidul. Praktek kotor itu membuat kedua pengoplos daging terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun. Namun demikian, karena alasan kesehatan keduanya menjadi tahanan luar untuk sementara waktu. Kapolres Gunungkidul menyatakan, penangkapan penjual daging oplosan ini pada tanggal 15 Januari di pasar Palyen dan pada tanggal 16 Januari di Pasar Argosari. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka telah menjual daging oplosan tersebut selama sekitar satu bulan. Rata-rata tiap hari mereka dapat menjual daging oplosan tersebut hingga 5 kg.

Dari sisi ekonomi ini merupakan salah satu bentuk kejahatan ekonomi, dari sisi agama (Islam) jelas terang-terang menjual barang haram, semoga yang mengkonsumsi daging yang dijual oleh kedua orang tersebut sholatnya diterima.

Disampaikan juga oleh Abdul Aziz, SKM,MPH selaku Ka Bidang SDK melalui apel pagi kamis 24 januari 2019 mengapresiasi kinerja Polres dalam membuka tabir gelap pangan serta pentingnya adanya TIM keamanan terpadu di lingkup Kabupaten sebagai amanat Inpres 3/2016 serta Permendagri 31/2018 tentang pengawasan obat dan makanan. Tim tersebut akan melakukan pengawasan sebagai tindak pencegahan dan penindakan yang akan bekerjasama dengan lintas sector baik kepolisian, Laboratorium kesehatan baik di kabupaten maupun DIY. Disampaikan juga perlunya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemilihan daging dan olahannya agar terhindar dari produk yang haram maupun produk yang rentan memberikan permasalahan kesehatan.

Ada baiknya, masyarakat mengenali ciri-ciri daging sapi dan daging babi.
Dilansir dari https://vikybahagia.com/daging-sapi/perbedaan-daging-sapi-dan-babi.html
5 Cara Mudah Untuk Membedakan Daging Sapi dan Daging Babi dari 5 ciri utama pembeda yaitu warna, serat daging, tipe lemak, aroma dan tekstur.Menurut Dr. Ir. Joko Hermanto, Guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, setidaknya ada 5 aspek yang secara kasat mata bisa kita gunakan untuk membedakan daging sapi dan daging babi.
1. Perbedaan Warna Daging Sapi dan Daging Babi
Daging babi memiliki warna yang lebih pucat jika dibandingkan dengan daging sapi. Warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini
tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi. Selain itu, ada bagian tertentu
dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.

2. Perbedaan Serat Daging Sapi dan Daging Babi
Kita juga bisa membedakan daging sapi dan babi berdasarkan seratnya. Seperti yang terlihat pada gambar, daging sapi memiliki serat-serat yang tampak
padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Hal ini berbeda dengan daging babi yang sifat seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan
ini semakin jelas ketika kedua daging diregangkan bersama.

3. Perbedaan Penampakan Lemak Pada Daging Sapi dan Babi
Perbedaan lemak terdapat pada tingkat keelastisan-nya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan
berbentuk. Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging agak kering dan tampak berserat. Namun
kita harus berhati-hati karena pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.

4. Perbedaan Tekstur Daging Sapi dan Daging Babi
Dari segi tekstur, daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan. Melalui
perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antara keduanya. Tekstur daging babi sangat kenyal.
Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan.

5. Perbedaan Aroma Daging Sapi dan Daging Babi
Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Segi bau inilah yang menjadi
senjata paling ampuh untuk membedakan daging sapi dan daging babi. Berbeda dengan warna yang bisa dikamuflase dan dicampur, aroma kedua daging ini
tetap dapat dibedakan. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya
tidak terlalu signifikan.

bidang sdk
hadiyasa
dinkes gk
keamanan pangan

4995total visits,1visits today