JOINT PLANNING DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA PROGRAM TB-HIV

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah besar bagi Indonesia termasuk di Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun 2018 ada 488 kasus TB pada orang dewasa yang ditangani dengan angka kesembuhan 75,38 % dan yang meninggal ada 6 penderita. TB juga merupakan penyakit oportunistik kedua terbanyak ditemukan pada penderita Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) setelah Kandidiasis (infeksi jamur), sementara itu diperkirakan 3,3% pasien TB juga terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Di Gunungkidul dari tahun ke tahun tren kasus baru HIV-AIDS terus meningkat. Data sejak 2006 s.d 2018 tercatat ada 369 kasus HIV yang terdeteksi. Sedangkan pada tahun 2019 ini sampai bulan Agustus telah ditemukan penderita HIV-AIDS baru sebanyak 21 kasus dan 4 orang meninggal dunia.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menghadapi epidemi TB maupun HIV. Salah satunya adalah kolaborasi program. Kolaborasi TB-HIV adalah upaya pengendalian kedua penyakit dengan mengintegrasikan kegiatan kedua program secara fungsional baik pada aspek manajemen maupun pelayanannya. Dalam pertemuan joint planning programmer TB dan Programmer HIV yang diselenggarakan di RM Sepanjang Indah hari ini (18/09/2019) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawaty, M. Kes mengajak seluruh programmer untuk semakin meningkatkan kinerja dan menyelaraskan kegiatan kedua penyakit ini. Kalau menemukan kasus TB periksalah status HIV nya dan sebaliknya kalau menemukan kasus HIV periksalah status TB nya. Pesan beliau juga jangan ada stigmatisasi dan diskriminasi pada penderita, dimulai dari petugas dan disosialisasikan kepada masyarakat.

Pada pertemuan ini disampaikan materi dan evaluasi perkembangan kedua program oleh Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Plt. Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Wasor TB Kabupaten. Peserta pertemuan adalah programmer TB dan Programmer HIV seluruh Puskesmas dan seluruh Rumah Sakit sejumlah 70 orang. Meskipun masih ada hambatan-hambatan yang harus diatasi, dengan komitmen dan jejaring yang kuat penanggulangan penyakit TB dan HIV akan lebih berhasil.

67total visits,1visits today