GANDENG VESTA UNTUK MENJANGKAU ODHA

Dari tahun ke tahun jumlah penderita HIV AIDS di Kabupaten Gunungkidul terus meningkat. Adanya penderita baru yang muncul menunjukkan masih terjadinya penularan di masyarakat. Namun sampai hari ini masih saja terjadi stigmatisasi dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV AIDS (ODHA) sehingga penanganannyapun terkesan eksklusif dan tertutup. Masih ada ODHA yang belum terjangkau pelayanan, menutup diri karena takut dikucilkan masyarakat. Tidak mudah menjangkau ODHA tanpa bantuan komunitasnya dan lembaga non pemerintah seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam upaya pengendalian penyakit HIV AIDS Pemerintah harus melibatkan banyak pihak termasuk masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan komunitas tertentu yang berisiko yang disebut populasi kunci. Sarana prasarana sudah disiapkan dan bebas biaya. Puskesmas dan Rumah Sakit sudah menyiapkan bahan dan  peralatan diagnosa, demikian pula obat antiretroviral (ARV).

Untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Vesta Indonesia. Yayasan Vesta Indonesia adalah kelompok relawan yang bergerak dalam pengendalian HIV AIDS dengan menggunakan strategi yang edukatif dan melibatkan masyarakat. Pada tanggal 10 September 2019 yang baru lalu dilaksanakan pertemuan awal secara kelembagaan untuk memperkuat jejaring kerja sama ke depan. Kegiatan yang akan dilakukan mulai upaya promotif dan preventif, penjangkauan, perawatan dan dukungan pengobatan. Sasarannya adalah masyarakat umum, populasi kunci dan ODHA.

Pada pertemuan tersebut Plt. Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Sri Surahmiati, SKM, MPH menyampaikan terima kasih dan berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang HIV AIDS sehingga menghilangkan stigma dan diskriminasi, penjangkauan dan pendampingan baik ODHA maupun populasi kunci.

30total visits,1visits today