GAMBARKAN KESEHATAN LINGKUNGAN BERISIKO DINAS KESEHATAN LAKUKAN STUDI EHRA

Environmental Health Risk Assessment (EHRA) adalah survei patisipatif di tingkat Kabupaten untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta prilaku masyarakat pada skala rumah tangga. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program sanitasi dan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan Pemerintah Daerah baik terkait kesehatan lingkungan maupun sisi kehidupan masyarakat lainnya termasuk kemiskinan. Sebagai tindak lanjut nantinya Pemerintah Kabupaten menyusun Buku Putih, penetapan area berisiko dan Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK).

Pada tahun 2019 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul melaksanakan studi EHRA pada bulan Agustus s.d Nopember nanti. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawaty, M. Kes menjelaskan bahwa untuk pelaksanaannya sudah disiapkan 31 orang enumerator yang  terjun langsung untuk mendata, mewawancara dan menilai langsung keadaan lapangan. Semua desa di Gunungkidul sejumlah 144 menjadi sasaran dan setiap desa akan diambil 40 sampel rumah tangga. Hal ini disampaikan beliau pada rapat koordinasi pagi tadi (18/09/2019) di Dinas Kesehatan yang menghadirkan seluruh enumerator dengan spesifikasi sanitarian. Beliau berpesan kepada para enumerator untuk bekerja dengan teliti agar data yang diperoleh benar dan akurat.

Secara teknis pelaksanaan studi dikoordinir oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Bidang Kesehatan Masyarakat, Indyah Sarwiningsih, SKM yang menyampaikan bahwa studi EHRA berfokus pada fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat. Fasilitas sanitasi yang dinilai adalah sumber air minum, pengelolaan sampah, jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL), sedangkan perilaku yang dinilai adalah buang air besar, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum, sampah dan air limbah rumah tangga. Instrumen sudah disiapkan berupa kuesioner yang terstandar dari Kementerian Kesehatan RI.

818total visits,1visits today