Pada hari Jumat (17/06/2022) di Puskesmas Tanjungsari Dinas Kesehatan Gunungkidul menginisiasi terbentuknya Satgas One Health di tingkat kapanewon. Hal ini sangat penting karena kejadian kasus penyakit pada masyarakat lebih dahulu diketahui stakeholder yang ada di kapanewon dan kalurahan, sehingga dapat lebih cepat menanggulangi dan mengatasinya dan tidak sampai meluas ke wilayah lain.

Pada pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Satgas One Health Kabupaten sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawaty, M.Kes. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa Satgas One Health adalah satu wadah dan Tim yang berfungsi dalam penanganan dan pengendalian penyakit zoonosis, penyakit infeksi emerjing dan tular vektor. Dulu penanganan penyakit-penyakit tersebut dilaksanakan sendiri-sendiri, tidak terkoordinir dan sepotong-sepotong, sehingga tidak selesai dengan baik dan memakan waktu lebih lama. Beberapa penyakit yang masuk dalam penanganan tim antara lain Leptospirosis, Antraks, Flu burung, gigitan hewan penular rabies, gigitan ular dan lain-lain. “Penyakit-penyakit ini sangat erat keterkaitannya dengan hewan dan lingkungan serta social, maka selain Dinas Kesehatan dalam tim ini ada Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perdagangan, BPBD dan lain-lain.

Peserta yang hadir berasal dari kapanewon, kalurahan, lintas sektornya, fasyankes swasta dan tokoh masyarakat. Semua stakeholder mendukung dan menyambut baik rencana pembentukan satgas One Health Kapanewon. Para peserta mengakui banyak kasus zoonosis yang terjadi selama ini dan mereka belum tau harus berbuat apa.

Kepala Seksi P2 Penyakit Menular, dr. Yuyun, MPH dan programmer Zoonosis, Eko Mujiarto menyampaikan segera akan menindaklanjuti pembentukan satgas ini. Pada kesempatan tersebut dokter Arista dari Puskesmas Tanjungsari juga menyampaikan situasi penyakit zoonosis yang ada di Tanjungsari dan Gunungkidul.