Pandemi Covid 19 yang masih terus berlangsung membuat hampir semua sumberdaya terfokus pada upaya untuk pencegahan, pengendalian dan pengobatannya terhadap penyakit covid 19 ini, akan tetapi masih ada masalah kesehatan khususnya yang terkait dengan penyakit yang tetap memerlukan perhatian agar tidak menambah beban dalam kesehatan di Kabupaten Gunungkidul.

Pada apel pagi senin tanggal 7 Juni 2021 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr. Dewi Irawaty, M. Kes menyampaikan amanatnya, bahwa selain Covid 19 ada 2 penyakit akut yang perlu mendapatkan perhatian yaitu Demam Berdarah Dengue ( DBD ) dan Leptospirosis.

Leptospirosis merupakan salahsatu penyakit Zoonosa di Kabupaten Gunungkidul yang setiap tahun selalu terjadi dengan tingkat kematian yang cukup tinggi sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus dimasa pandemi covid 19 ini.

Dari hasil penyelidikan epidemiologi pada setiap kasus kematian akibat Leptopsirosis di Kabupaten Gunungkidul  didapatkan bahwa deteksi dini masih lemah sehingga terjadi keterlambatan pemberian tatalaksana yang tepat yang berakibat resiko terjadinya kematian cukup tinggi.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkab bakteri leptopsira yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut, dan sifat dari penyakit ini autoimun dimana keterlambatan pemberian antibiotik lebih dari 7 hari akan beresiko memperberat penyakit yang akhirnya akan beresiko pada kematian penderitanya.

Untuk meningkatkan deteksi dini penyakit leptopsirosis Kepala  Dinas Kesehatan dr. Dewi Irawaty, M. Kes mengambil kebijakan untuk membangun jejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan swasta (Fasyankes) tingkat pertama yaitu Klinik Pratama, Dokter Praktek Swasta, Perawat Praktek Madiri dan Bidan Praktek Mandiri yang ada diseluruh kabupaten Gunungkidul dengan UPT Puskesmas sebagai Koordinator dalam jejaring tersebut sesuai kewilayahannya.

Deteksi Dini difokuskan pada tanda dan gejala klinis sebagai berikut :

  • Demam akut (>=38.50C) dan/atau
  • nyeri kepala hebat, dengan :
    • Nyeri otot
    • Malaise DAN / ATAU
    • Conjuctival suffusion DAN
  • Riwayat kontak dg lingkungan yang berpotensi

terkontaminasi Leptospira atau Pekerjaan yang beresiko terkontaminasi Leptospira

Dari tanda klinis diatas dapat ditambah dengan pemeriksaan penunjang Rapid test Leptospira yang telah disediakan di Puskesmas.

Kedepannya dengan jejaring Leptopsirosis ini diharapkan akan ditemukan suspek atau penderita leptospirosis sedini mungkin dan pemberian tatalaksana yang cepat dan tepat sehingga dapat menurunkan angka fatalitas setiap kasus leptopsirosis di kabupaten Gunungkidul.

 

 

 

Eko Mujiarto, S. Kep., Ners

Fungsional Entomolog Kesehatan Ahli Pertama

Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul