Visi dan Misi

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

  1. Visi  Misi RPJMD

Visi RPJMD Kabupaten Gunungkidul adalah :

“Mewujudkan Gunungkidul yang lebih maju, makmur dan sejahtera”

Misi:

  1. Peningkatan pemanfaatan air sebagai sumber kemakmuran
  2. Pemanfaatan sumberdaya alam untuk menggerakkan perekonomian daerah secara lestari.
  3. Peningkatan pengelolaan pariwisata
  1. Pengembangan  sumber daya manusia  yang terampil, profesional dan peduli
  2. Peningkatan iklim usaha yang kondusif
  3. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bebas dari KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).
  4. Peningkatan peluang investasi dan penggalangan sumber-sumber pendanaan.

Tujuan :

Sesuai dengan visi dan misi tersebut, tujuan  pembangunan Kabupaten Gunungkidul tahun 2010-2015 sebagai berikut:

  1. Peningkatan pengelolaan sumber-sumber air dan penyediaan air bersih.
  2. Peningkatan pengelolaan sumber daya alam dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
  3. Peningkatan pengelolaan pariwisata melalui kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat.
  4. Keberpihakan dan pemberdayaan kepada masyarakat menengah kebawah untuk memperoleh kemudahan akses layanan pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya.
  5. Menciptakan kemudahan  memperoleh dan menciptakan lapangan kerja melalui penggalian pemberdayaan usaha kecil mikro dan menengah.
  6. Peningkatan sistem pelayanan publik dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance.
  7. Menggalang sumber-sumber pendanaan baik dari dalam/luar negri untuk memacu pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja dan pendapatan asli daerah.

  1. Visi, Misi, Tujuan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul

1)    Visi :

Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul adalah :

“Menjadi SKPD yang profesional, inovatif, transparan didukung oleh  regulasi, infrastruktur dan pembiayaan serta kemitraan menuju derajat kesehatan masyarakat yang optimal”

 Penjelasan Visi:

Dinas Kesehatan yang profesional, inovatif, transparan merupakan suatu keadaan organisasi/dinas beserta sumber daya manusia yang berada di dalamnya yang professional, inovatif, transparan dalam tugas pokok dan fungsinya, yang didukung oleh kebijakan dan  aturan hukum yang jelas, sarana prasarana yang memadai, dan biaya kesehatan yang mencukupi  tanpa meninggalkan  kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka mewujudkan kondisi masyarakat Gunungkidul  yang sehat.

 2)    Misi :

Untuk mewujudkan Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, maka misi yang akan dibangun adalah :

  1. Mengupayakan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, adil dan merata.
  2. Meningkatkan kualitas dan pengelolaan  sumberdaya kesehatan termasuk ketersediaan dan pemerataan.
  3. Menumbuhkembangkan kemitraan dan kemandirian masyarakat  melalui pemberdayaan masyarakat  dalam bidang kesehatan
  4. Meningkatkan kualitas lingkungan yang mendukung kesehatan.
  5. Meningkatkan pelaksanaan manajemen, regulasi dan sistem informasi kesehatan

 

3).   Tujuan

Tujuan jangka menengah yang akan dicapai sebagai penjabaran visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul adalah:

Terselenggaranya pembangunan kesehatan di Kabupaten Gunungkidul yang berdayaguna dan berhasilguna didukung dengan sumberdaya yang memadai dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Adapun tujuan secara rinci sebagai berikut:

  1. Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan dan mampu menjangkau/ dijangkau oleh masyarakat
  2. Meningkatnya status gizi masyarakat
  3. Peningkatan ketersediaan dan pengeloaan  sumberdaya kesehatan
  4. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan
  5. Mengurangi proporsi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap air minum  dan sanitasi dasar
  6. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular
  7. Meningkatkan pengelolaan fungsi  manajemen yang didukung dengan regulasi dan sistem informasi kesehatan.

4).  Sasaran Pembangunan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang dijabarkan dalam indikator yang terukur. Sasaran strategis Dinas Kesehatan yang akan dicapai dalam kurun waktu 2010 – 2015 adalah sebagai berikut :

  1. Pelayanan kesehatan yang bermutu yang mampu menjangkau/dijangkau oleh masyarakat
  2. Peningkatan status gizi masyarakat.
  3. Penurunan angka kesakitan akibat penyakit menular dan tidak menular
  4. Ketersediaan dan pengeloaan  sumberdaya kesehatan  yang optimal
  5. Kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan
  6. Lingkungan air, tanah, udara dan sarana prasarana sanitasi di Tempat-tempat Umum (TTU) , Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) dan rumah yang sehat
  7. Pelaksanaan fungsi  manajemen yang baik didukung dengan regulasi dan sistem informasi kesehatan yang up to date, cepat dan tepat

Ke-tujuh sasaran pokok selanjutnya dijabarkan lebih lanjut dalam indikator capaian sasaran di setiap tahun. Sasaran merupakan hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional untuk dapat dilaksanakan dalam jangka menengah (5 tahun) kedepan. Indikator sasaran yang akan dicapai untuk jangka menengah oleh Dinas Kesehatan kabupaten Gunungkidul sebagai berikut:

 

1. Meningkatnya cakupan Puskesmas yang menerapkan sistem manajemen mutu (dari 20,68% pada tahun 2010 menjadi 50% pada tahun 2015)
2. Meningkatnya rata-rata Umur Harapan Hidup (dari 70,88 tahun pada 2010 menjadi 72,5 tahun pada tahun 2015)
3. Menurunnya jumlah kasus kematian ibu (dari 9 kasus/tahun  pada tahun 2010 menjadi 4 kasus/tahun pada tahun 2015)
4. Menurunnya angka kematian bayi dan neonatal (dari 12,44/1000 Kelahiran hidup pada 2010 menjadi 11,10 pada tahun 2015)
5. Menurunnya angka gizi buruk pada Balita (dari 0,69 % pada 2010 menjadi 0,60 pada tahun 2015)
6. Menurunnya angka gizi kurang pada Balita (dari 11,8 % pada 2010 menjadi 9% pada tahun 2015 )
7. Menurunnya angka ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (dari 14% pada tahun 2010 menjadi 10% pada tahun 2015)

8.

Meningkatnya cakupan keluarga dengan sadar gizi (dari 74% pada tahun 2010 menjadi 90% pada tahun 2015)
9. Menurunnya angka Berat Badan Lahir Rendah/BBLR (dari 2,54% pada tahun 2010 menjadi 2% pada tahun 2015)
10. Meningkatnya angka  penemuan penderita TBC Paru  (dari 34,41% pada tahun 2010 menjadi 45% pada tahun 2015)
11 Meningkatnya angka kesembuhan pengobatan penyakit TBC Paru (dari 76% pada tahun 2010 menjadi 85% pada tahun 2015)
12. Menurunnya angka fatalitas kasus penyakit DBD (CFR dari 1,26% pada 2010 menjadi < 1%  pada tahun 2015)
13. Meningkatnya angka penemuan penderita AIDS (dari 30%  kasus tersangka  tahun 2010 menjadi 60% pada tahun 2015)
14. Meningkatnya cakupan  desa dengan imunisasi lengkap pada anak  (UCI/Universal Child Imunization) dari 78,47% pada tahun 2010 menjadi 100% pada tahun 2015
15. Meningkatnya cakupan ketersediaan obat Esensial generik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas dan jaringannya (dari 95,5% paa tahun 2010 menjadi 100% pada tahun 2015)
16. Meningkatnya cakupan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada  tatanan rumah tangga  (dari 25% pada tahun 2010 menjadi 50% pada tahun 2015)
17. Meningkatnya  cakupan desa dengan Desa Siaga aktif  (dari 44% pada tahun 2010 menjadi 80% pada tahun 2015)
18. Meningkatnya status Posyandu aktif  (purnama dan mandiri) dari 87,5% pada tahun 2010 menjadi 90% pada tahun 2015
19. Meningkatnya sentra produksi yang memenuhi standar kesehatan (dari 40% pada tahun 2010 menjadi 75% pada tahun 2015)
20. Meningkatnya cakupan tempat-tempat umum sehat (dari 77,67% pada tahun 2010 menjadi 85% pada tahun 2015)
21. Meningkatnya cakupan rumah/pemukiman  sehat (dari 52,94% pada tahun 2010 menjadi 75% pada tahun 2015)
22. Tersedianya dokumen Renstra, Renja, RKA, DPA (pada setiap tahun anggaran)
23. Meningkatnya cakupan laporan kinerja SKPD  (LAKIP)
24. Meningkatnya cakupan kelengkapan  laporan SP2TP  dari Puskesmas
25. Meningkatnya cakupan Puskesmas yang membuat profil kesehatan tahunan

C.   Strategi dan Kebijakan

1. Strategi

1)    Pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

2)    Pengembangan dan pendayagunaan sumberdaya kesehatan

3)    Pembiayaan kesehatan, terutama jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin

4)    Pemberdayaan masyarakat dan kemitraan.

5)    Pengembangan sistem informasi, regulasi dan manajemen kesehatan

 

2. Kebijakan

a. Kebijakan Umum

Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional termasuk untuk mencapai peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang ditandai dengan meningkatnya Indek Pembangunan Manusia (IPM). Pencapaian sasaran IPM merupakan nilai komposit dari berbagai variabel  diantaranya meningkatnya umur harapan hidup (UHH), meningkatnya rata-rata lama sekolah dan menurunnya buta aksara, serta meningkatnya kesejahteraan dan kualitas hidup. Dalam mencapai sasaran IPM, maka pembangunan bidang kesehatan harus diarahkan untuk peningkatan UHH.

Selain kebijkan nasional yang diarahkan untuk peningkatan IPM,  pembangunan kesehatan juga harus mengadopsi kebijakan internasional yang dituangkan dalam  suatu indikator Mellinium Development Goals (MDGs) yang akan dicapai sampai dengan tahun 2015.

Sesuai dengan RPJMD Kabupaten Gunungkidul, maka  kebijakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Gunungkidul tahun 2010 – 2015 diarahkan pada:

Tersedianya pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas guna pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan mendukung pencapaian MDGs dengan sasaran pelayanan kesehatan yang bermutu serta mampu menjangkau/dijangkau oleh masyarakat, meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan berperilaku hidup bersih sehat.

Adapun fokus pembangunan bidang kesehatan Kabupaten Gunungkidul  tahun 2010-2015  dilakukan melalui 7 prioritas yaitu:

  1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan Balita.
  2. Perbaikan status gizi masyarakat.
  3. Pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular
  4. Peningkatan ketersediaan sumber daya kesehatan termasuk obat dan perbekalan kesehatan.
  5. Pengembangan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin.
  6. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan
  7. Penyehatan lingkungan

b. Kebijakan Program

Upaya mencapai visi diupayakan melalui aktifitas program dan kegiatan prioritas yang sinergis dan saling terkait. Kebijakan program disusun agar program yang akan dilaksanakan bisa efektif dan efisien. Garis besar program dan kebijakan sebagai berikut:

 Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan Balita dilakukan melalui:

  1. Peningkatan cakupan kunjungan ibu hamil.
  2. Peningkatan cakupan pelayanan ibu hamil dan nifas.
  3. Peningkatan cakupan pelayanan KB.
  4. Perbaikan kesehatan dan peningkatan gizi ibu hamil dengan KEK.
  5. Peningkatan kunjungan bayi dan neonatal.
  6. Peningkatan cakupan imunisasi bagi ibu, bayi dan Balita.
  7. Peningkatan cakupan deteksi tumbuh kembang Balita.

Perbaikan status gizi masyarakat melalui:

  1. Peningkatan asupan gizi makro dan mikro terutama pada Balita dan ibu hamil
  2. Peningkatan cakupan keluarga dengan sadar gizi
  3. Peningkatan cakupan Balita ditimbang naik berat badannya.
  4. Peningkatan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bagi bayi usia 6 -24 bulan dan bagi ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK)
  5. Pemberian makanan tambahan pemulihan bagi Balita dengan gizi buruk dan gizi kurang.
  6. Penanganan Balita dengan gizi buruk.

Pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular termasuk penyakit degeneratif melalui:

  1. Peningkatan pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit menular dan tidak menular.
  2. Peningkatan pencegahan dan pengendalian terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)
  3. Peningkatan system kewaspadaan dini penyakit/surveilans epidemiology penyakit.
  4. Peningkatan penemuan dan tatalaksana kasus.
  5. Peningkatan penanganan kasus kejadian luar biasa dan bencana

Peningkatan ketersediaan sumber daya kesehatan termasuk obat dan perbekalan kesehatan melalui:

  1. Peningkatan jumlah, jenis, dan penyebaran sumberdaya manusia kesehatan
  2. Peningkatan profesionalisme sumberdaya manusia kesehatan.
  3. Peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan sarana dan prasarana kesehatan.
  4. Peningkatan ketersediaan obat esensial dan sangat esensial.
  5. Peningkatan rasionalisasi penggunaan obat di Puskesmas dan jaringannya
  6. Peningkatan sistem keamanan pangan dan produksi pangan.

Pengembangan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin melalui:

  1. Pengembangan jaminan kesehatan masyarakat
  2. Peningkatan akses dan kualitas jaminan kesehatan masyarakat terutama bagi masyarakat miskin.

 Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan melalui:

  1. Peningkatan upaya perubahan perilaku kearah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  2. Peningkatan pemberdayaan dan kemitraan dalam bidang kesehatan
  3. Peningkatan kemandirian masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan
  4. Peningkatan pemberdayaan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)

 Penyehatan Lingkungan melalui:

  1. Peningkatan kesehatan lingkungan yang berbasis masyarakat.
  2. Peningkatan kesehatan lingkungan melalui berbagai tatanan  dalam pendekatan kabupaten sehat.
  3. Peningkatan akses sanitasi dasar dan kualitas air di masyarakat.