TINDAK LANJUT KERACUNAN MAKANAN DI RONGKOP TGL 14 JANUARI 2019

Untuk kesekian kalinya kasus keracunan makanan terjadi lagi di Gunungkidul.
Bidang P2P Dinkes Gunungkidul melaporkan “Kejadian keracunan makanan masih sering terjadi di Gunungkidul. Beberapa hal yang memicu kejadian tersebut diantaranya peralatan yang digunakan kurang higienis, bahan makanan yang digunakan sudah tidak bagus (kadaluwarsa), serta peyimpanan makanan yang tidak tepat. Pada hari Senin, 14 Januari 2019 pukul 10.00 WIB Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menerima laporan dugaan keracunan makanan dari petugas surveilans Puskesmas Rongkop. Keracunan makanan diketahui dari adanya dua pasien yang berobat pada pukul 09.00 WIB, dengan keluhan mual, muntah, pusing dan diare setelah mengkonsumsi tempe goreng pada pukul 07.00. Sebetulnya gejala mulai dirasakan setengah jam setelah mengkonsumsi. Diduga penyebab keracunan adalah Tempe”

Penyelidikan epidemiologi dilakukan di Dusun Watu Mengkurep Desa Petir Kecamatan Rongkop segera dilakukan pada hari Rabu, 16 Januari 2019 oleh Tim Surveilans Puskesmas dan Dinkes serta mahasiswa FETP UGM. Untuk meggali informasi lebih jauh maka dilakukan pengamatan langsung dilokasi memasak serta wawancara terhadap penjual tempe, kader kesehatan, pengurus RT dan anggota keluarga pasien yang sakit.

Berdasarkan informasi dari penjual tempe, terdapat 500 bungkus tempe yang dijual pada pagi hari tersebut dan dijajakan kepada 10 pembeli dari 3 dusun yang berbeda (Dusun Watu Mengkurep, Ploso, dan Ngenep). Dari 10 pembeli, telah dikonfirmasi bahwa hanya dua orang yang mengalami sakit setelah mengkonsumsi tempe tersebut, sedangkan lainnya langsung membuang tempe tersebut setelah mendapat informasi adanya orang yang sakit setelah mengkonsumsi tempe tersebut. Penjual tempe mengaku bahwa ketika membeli tempe dari rumah pembuatan tempe di Dusun Pokdadap Desa Dadapayu pada hari Minggu pukul 16.00 WIB, tempe yang dibungkus daun jati dan dijadikan satu di dalam bagor tersebut dibawa menggunakan kendaraan motor dan di atas bagor tempe diletakkan ayam mati dalam bagor yang berbeda.

Pengamatan di lokasi tempat memasak ditemukan bahwa dapur berlantai tanah, berdinding bambu, tanpa langit-langit, dan masih menggunakan kayu bakar. Sumber air yang digunakan air hujan yang ditampung di dalam bak besar yang terletak di dapur dan tanpa penutup. Sebagai upaya memastikan penyebab kejadian keracunan, sampel tempe dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Sekali lagi, Dinas Kesehatan Gunungkidul menekankan kepada masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yan aman. dan kepada produsen makanan untuk membuat makanan yang aman dengan menekankan pada prinsip pengolahan makanan yang baik.

Ali Mashudi
Editor Dinkes

3000total visits,2visits today

1 Comment

  1. dinkesgk

    Segera bentuk tim keamanan pangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *