Sepuluh Besar Penyakit di Gunungkidul (Integrasi Data Simpus) Tahun 2013

10 bsr pyk 2013 gk

Keterangan: 10 Kunjungan Penyakit Terbanyak di Puskesmas Gunungkidul tahun 2013
Total entry elektronik : 265.860 kunjungan

No Kode ICD-10 Nama Penyakit Total Penderita
1 J00 Nasofaringitis akut (Common Cold) 24.050
2 I10 Hipertensi esensial (primer) 16.527
3 J06 Infeksi-infeksi pernapasan atas akut pada tempat-tempat multipel dan tidak terspesifikasi 13.136
4 R51 Pusing 12.027
5 K29 Gastritis and duodenitis 9.090
6 L23 Dermatitis kontak alergi 8.959
7 K04 Penyakit pulpa dan periapikal 8.156
8 Z30.4 Surveilans obat kontrasepsi 7.668
9 M25 Gangguan sendi lainnya, tidak diklasifikasikan di tempat lain 7.300
10 M79 Gangguan jaringan lunak lainnya, tidak diklasifikasikan di tempat lain 7.016

Untuk keperluan profil dan pelaporan, maka analisa 10 besar penyakit di Kabupaten Gunungkidul merupakan informasi yang sangat ditunggu-tunggu dan paling banyak diminta oleh masyarakat dan peneiti. Namun untuk menghasilkan laporan tersebut sangat banyak sumberdaya yang dibutuhkan yaitu mulai dari semua petugas yang setiap hari mengentry data baik di Puskesmas, Pustu, dan jaringannya, maupun di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kabupaten Gunungkidul baik itu Rumah Sakit, Klinik, Praktek Swasta Perorangan yang bersedia membagi data kunjungan penyakitnya dengan Dinkes Gunungkidul. Semua itu tergantung dari ketepatan diagnosa, performa personil pengkode, aplikasi, komputer, listrik dan yang terpenting semangat dan komitmen sebagai softskill yang seringkali luput dalam penilaian kinerja.

Pada tahun 2010 Dinas Kesehatan Gunungkidul mulai menginisiasi upaya untuk integrasi data kunjungan penyakit yang dilakukan melalui pencatatan elektronik di Puskesmas yang sumbernya heterogen, karena perbedaan aplikasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) yang dipakai.

Namun baru pada tahun ini hasil integrasi tersebut bisa dilihat, walau fitur pelaporan yang tersedia masih perlu adanya pengembangan.

Metode: Dengan pengiriman file standar. Adanya kodefikasi yang telah disepakati untuk dikirimkan melalui suatu aplikasi bantu yaitu Sistem Informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.

Standarisasi : kode penyakit (ICD-10), sehingga apabila masih digunakan selain standar yang baku maka perlu dilakukan mapping, supaya seluruh data yang dientry bisa dibaca dan dianalisis oleh sistem.

Masih perlu kerja keras untuk bisa di “baca”nya laporan dari berbagai sumber yang heterogen itu dalam suatu wadah, sehingga data yang disajikan akan semakin meningkat kelengkapannya, ketepatan diagnosa, ketepatan menganalisis dan mengelompokkan diagnosa penyakit, sehingga semakin jelas gambaran :

1. Sepuluh Besar kunjungan penyakit terbanyak di Kabupaten Gunungkidul (tidak membedakan kunjungan dari dalam wilayah atau luar wilayah Kabupaten Gunungkidul) ; lebih menunjukkan performa/kinerja pelayanan di suatu fasilitas kesehatan.

2. Sepuluh Besar kunjungan penyakit terbanyak yang berasal dari dalam dan luar Kabupaten Gunungkidul; lebih menunjukkan aspek orang tempat dan waktu, hal utama dalam menjelaskan epidemiologi penyakit.

3. Sepuluh Besar kunjungan penyakit terbanyak di Kabupaten Gunungkidul menurut kategori tertentu misalnya :
a. kelompok umur (bayi, balita, remaja, dewasa, lansia)
b. jenis kelamin
c. Waktu tertentu : tahunan, tribulanan, kuartal, semesteran, bulanan, mingguan, harian
d. Tempat : desa di kecamatan tertentu; fasilitas tertentu
e. Kontribusi : fasilitas pemerintah (Puskesmas, Rumah Sakit, dsb.), fasilitas non pemerintah (swasta, masyarakat, LSM, dsb.)

4. Kelompok penyakit, karena yang tersaji diatas masih dalam bentuk per kode ICD-10
misalnya untuk penyakit diabetes maka kode ICD-10 meliputi : E10. E11, E12, E13, E14, O24

5. Kunjungan kasus penyakit baru, lama dan penyakit kronis. Ini untuk menghitung insiden penyakit (hanya penyakit baru) dan prevalensi penyakit (penyakit baru dan lama),  dan kategori lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Tujuan akhirnya adalah apabila data yang disampaikan bagus kualitasnya, maka akan mengurangi reduksi informasi (efisien), sehingga penentuan prioritas upaya kesehatan lebih tepat (efektif).

nf

Comments Closed

Comments are closed. You will not be able to post a comment in this post.