P-Care dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Existing, bagaimana menjembataninya?

Sejak Januari tahun 2014 ini telah digunakan aplikasi verivikasi kepesertaan JKN (BPJS Kesehatan) untuk layanan primer (Puskesmas dan Dokter Keluarga yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan) dengan nama ” P-Care “. Dengan sistem yang online sehingga harus terkoneksi langsung jaringan internet, maka bisa dirasakan betapa crowdednya jaringan apabila semua layanan primer yang ada pada saat bersamaan mengakses server yang terpusat di kantor pusat BPJS Kesehatan.

Sistem terdesentralisasi, yaitu adanya server lokal di tiap provinsi merupakan salah satu masukan agar dapat mengurangi crowded akibat traffic dari layanan primer se-Indonesia yang bersama-sama mengakses server sentral tersebut. Fasilitas offline mode, dimana untuk entry non verivikasi kepesertaan tidak harus konek internet (online), lalu nantinya setelah ada koneksi internet bisa dilakukan sinkronisasi sehingga data transaksi yang terinput bisa termuat dalam server adalah masukan lainnya untuk pengembang P-Care (BPJS Kesehatan), mengingat kondisi Kabupaten Gunungkidul yang tidak semua Puskesmas terkoneksi jaringan internet (bayangan kami seperti google drive, dropbox).

Dengan fungsi utama sebagai gatekeeper, maka Puskesmas (dan dokter keluarga) sebagai PPK I memegang kunci siapa saja pasien di depan meja pendaftaran yang berhak untuk mendapatkan faslitas pelayanan dengan “gratis”. Kemampuan P-Care dalam hal mendeteksi pasien yang dijamin tersebut terdaftar dan “aktif” dan apabila dipandang perlu dirujuk sehingga ada output nomor rujukan yang dibaca oleh referral sistem diatasnya (PPK II dan PPK III/Rumah Sakit Rujukan) akan meningkatkan aspek continuity of care (kesinambungan pelayanan) dengan dasar patient safety (keselamatan pasien).

Lalu bagaimana dengan aplikasi Sistem Informasi Puskesmas yang telah ada (existing system)?
Apakah kita harus buru-buru migrasi ke aplikasi P-Care?
Tidakkah terlalu beresiko karena aplikasi P-Care (sekarang) efektif digunakan hanya untuk 2 fungsi utama yaitu: verivikasi kepesertaan dan penerbitan nomor rujukan, itupun khusus untuk peserta BPJS Kesehatan?

Fungsi pelaporan yang dihasilkan P-Care masih sangat-sangat terbatas untuk kebutuhan level organisasi Puskesmas yang jumlah dan jenis laporannya terkenal sangat banyak dan sering berganti format setiap waktu. Harap dicermati bahwa pengunjung di Puskesmas tidak hanya pasien BPJS Kesehatan, namun juga pasien umum, pasien Jamkesda (yang harus pelan-pelan bergabung ke JKN sebelum 2019), dan berbagai kategori pasien lainnya yang intinya bukan kategori pasien BPJS Kesehatan. Karakteristik pelayanan Puskesmas yaitu wilayah kerja dan jaringan Puskesmas dari Pustu, Pusling, Poskesdes, Posyandu, dll, sehingga “migrasi aplikasi” belum menjadi solusi terbaik, setidaknya tahun ini.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah: double entry, khususnya pasien BPJS Kesehatan di aplikasi P-Care. Aktifitas ini akan efektif dilakukan apabila di tiap meja pendaftaran Puskesmas ada 2 aplikasi yang running bersamaan yaitu P-Care (untuk pasien BPJS Kesehatan) dan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas existing (Simpus Jojok/IHIS/SISFOMAS). Hal ini bukannya tidak disadari oleh personil SIK, karena diawal tahun 2014 lalu juga telah disampaikan konsekuensi tersebut.

Inovasi yang lain yaitu adanya komunikasi data dari aplikasi SIM Puskesmas yang ada dengan P-Care, demikian pula sebaliknya  (interoperabilitas). Gampangnya: dari aplikasi P-Care data yang telah dientrykan/diinput dapat diimport ke aplikasi SIM Puskesmas, dan SIM Puskesmas dimodifikasi untuk dapat membaca data yang dimuat dari P-Care tersebut, demikian pula sebaliknya (http://interoperability-definition.info/id/)

interop

Nah pertanyaan selanjutnya adalah apa saja raw data yang bisa di”komunikasikan” antara P-Care dan aplikasi SIM Puskesmas yang telah ada? Bagaimana supaya data tersebut dibaca oleh kedua sistem dan sama maknanya (interpretasi sama)?
Bagaimana bentuk dan mekanisme kerjanya?
Tentunya pertanyaan tersebut dapat terjawab apabila ada kemauan bersama untuk saling berbagi standar, kodefikasi dan struktur data aplikasi masing-masing, dengan tanpa meninggalkan aspek privacy, security (keamanan), dan confidentiality (kerahasiaan) karena sejatinya data yang di”komunikasikan” merupakan data berharga mengenai rekam kesehatan yang telah pasien (manusia) berikan dan petugas kesehatan (manusia) catat dalam bentuk elektronik.

Sebagai contoh standar pertukaran data elektronik dibidang kesehatan adalah menggunakan protokol HL7 atau pendekatan lokal sederhana menggunakan standar dataset (baca: health data standard). Ini dilakukan untuk sistem INA-CBG’s untuk pelayanan Rumah Sakit seperti berikut:

No Namafield Isian keterangan
1 Kdrs 0 kode Rumah sakit
2 Klsrs A Kelas rumah sakit
3 Norm 123456789 Nomor rekam medis
4 Klsrawat 3 kelas perawatan
5 Biaya 0
6 Jnsrawat 1 Jenis perawatan
7 Tglmsk 20-03-2013
8 Tglklr 22-03-2013
9 Los 3 Length of stay
10 Tgllhr 04-04-1985 Tanggallahir
11 UmurThn 27 umur tahun
12 UmurHari 10212 umur hari
13 JK 2 sex
14 CaraPlg 1 Cara Pulang
15 Berat
16 Dutama O800 Diagnosa utama
17 D1
18 D2
19 D3
20 D4
21 D5
22 D6
23 D7
24 D8
25 D9
26 D10
27 D11
28 D12
29 D13
30 D14
31 D15
32 D16
33 D17
34 D18
35 D19
36 D20
37 D21
38 D22
39 D23
40 D24
41 D25
42 D26
43 D27
44 D28
45 D29
46 P1 7359 Price (harga)
47 P2
48 P3
49 P4
50 P5
51 P6
52 P7
53 P8
54 P9
55 P10
56 P11
57 P12
58 P13
59 P14
60 P15
61 P16
62 P17
63 P18
64 P19
65 P20
66 P21
67 P22
68 P23
69 P24
70 P25
71 P26
72 P27
73 P28
74 P29
75 P30
76 Recid 1
77 Inacbg O-6-13-I
78 Tarif 2038994
79 Deskripsi PERSALINAN VAGINAL RINGAN
80 ALOS
81 NamaPasien iah
82 DPJP DR I
83 SKP 1^1
84 Rujukan ada
85 BHP
86 HargaBHP 0
87 PengesahanSL3 tidak ada
88 C1 A / I / RSU
89 C2 1
90 C3 bf4ccee4d4157d1c6a51e1a364de3ea4 Enkripsi

Adapun contoh pesan (message) dalam Protokol HL7 v2.3:
MSH|^~\&|LABGL1||DMCRES||199812300100||ORU^R01|LABGL1199510221838581|P|2.3
|||NE|NE
PID|||6910828^Y^C8||Newman^Alfred^E||19720812|M||W|25CentscheapAve^^
Whatmeworry^UT^85201^^P||(555)777-6666|(444)677-7777||M||773789090
OBR||110801^LABGL|387209373^DMCRES|18768-2^CELL COUN
TS+DIFFERENTIAL TESTS (COMPOSITE)^LN|||199812292128||35^ML|||||||IN2973^Sc
hadow^Gunther^^^^MD^UPIN||||||||||^Once||||||CA20837^Spinosa^John^^^^MD^UPIN
OBX||NM|4544-3^HEMATOCRIT (AUTOMATED)^LN||45||39-49||||
F|||199812292128||CA20837
OBX||NM|789-8^ERYTHROCYTES COUNT (AUTOMATED)^LN||4.94|10*12/mm3
|4.30-5.90||||F|||199812292128||CA20837

1 Comment

  1. Sekilas tentang P-Care juga dapat mengunjungi blog puskesmas sebelah: http://masheri2013.wordpress.com/2014/01/02/pcare-lagi-setelah-1-hari-pemakaian/