Keselamatan Pasien dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

Hari Selasa 28 Juli 2015, dilaksanakan pendampingan akreditasi di Puskesmas Wonosari I. Hari Rabu 29 Juli 2015 di Puskesmas Ponjong I. Dalam acara pendampingan ini disampaikan materi tentang Keselamatan Pasien, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). FMEA merupakan salah satu kegiatan yang dipersyaratkan dalam akreditasi puskesmas. Minimal puskesmas melakukan satu kali FMEA per tahun.

Keselamatan pasien adalah suatu upaya mencegah bahaya yang terjadi pada pasien. Sasaran keselamatan pasien menurut PMK 1691 tahun 2011 adalah (1)ketepatan identifikasi pasien; (2)peningkatan komunikasi yang efektif;(3)peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai; (4)kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi;(5)pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan;(6)pengurangan risiko pasien jatuh. Sedangkan pada NPSG (National Patient Safety Goals) 2015 terdapat beberapa hal yang jadi perhatian berdasarkan sentinel event: (1)mengidentifikasi pasien dengan benar;(2)meningkatan komunikasi antar staf;(3) menggunakan obat secara aman; (4)menggunakan alarm secara aman;(5)pencegahan infeksi; (6)mengidentifikasi resiko pada pasien; (7) mencegah kesalahan saat operasi.

operasi

Terdapat beberapa istilah dalam keselamatan pasien : (1) Kejadian Tidak Diharapkan (KTD); (2) Kejadian Potensial Cedera(KPC); (3) Kejadial Nyaris Cedera(KNC); (4) Kejadian Tidak Cedera (KTC); (5) Kejadian Sentinel.

bahan keselamatan pasien dan FMEA untuk akreditasi puskesmas dapat dilihat di bawah ini:

Keselamatan Pasien

FMEA untuk akreditasi

PMK No. 1691 ttg Keselamatan Pasien Rumah Sakit(1)

Contoh FMEA Radiologi

FORMAT LAPORAN INSIDEN Keselamatan Pasien Akremas

Formulir 2.Laporan Insiden Akremas

WORKSHEETS FMEA

 

 

 

 

Comments Closed

Comments are closed. You will not be able to post a comment in this post.