INTEGRASI GIZI, IMMUNISASI, DAN PM DALAM PELAYANAN KIA

Integrasi KIA Gizi Imunisasi dan PM dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
Created by: dr. Trianawati, MPH_Sie. Kesga Gizi Masyarakat

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang tertuang dalam SDG’s (Sustainable Developments Goals) memiliki target bidang kesehatan diantaranya menuju tahun 2030 berakhirnya segala bentuk malnutrisi, menurunnya angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 tahun 2019 menjelaskan tentang Standar Teknis Pemenuhan mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Mnimal Bidang Kesehatan, juga menuntut Target Kinerja 100% pada pelayanan kesehatan ibu dan bayi, termasuk didalamnya pemenuhan gizi, imunisasi, surveillance dan penyakit menular.

Dinas Kesehatan memiliki 4 bidang, 2 diantaranya adalah Bidang Kesmas terkait program KIA, Gizi dan Bidang P2P terkait program surveillance imunisasi dan penyakit menular. Semua program tersebut saling terkait, baik dalam pengumpulan data sasaran khususnya Ibu hamil, ibu Bersalin, Bayi dan Balita, termasuk pelaksanaan kegiatan (penyediaan sarana prasarana layanan, skrining dan intervensi) serta monitoring evaluasi (pencatatan pelaporan). Oleh karena itu integrasi dan koordinasi antar program sangatlah penting, demi terecapainya Layanan Berkelanjutan dan Berkesinmbungan (LKB).

Seksi Kesga Gizi Dinkes Kabupaten Gunungkidul berkesempatan menyelenggarakan kegiatan integrasi data KIA Gizi Imunisasi dan Penyakit Menular pada hari Jumat lalu tanggal 8 Maret 2019 di Ruang Rapat I Setda Kabupaten Gunungkidul dengan menghadirkan peserta sebanyak 90orang terdiri dari pengelola program KIA, Gizi dan Imunisasi dari 30 Puskesmas se Kabupaten Gunungkidul. Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Seksi Kesga Gizi, Seksi Surveillens-Imunisasi dan seksi Penyakit Menular Dinas Kesehatan kab. Gunugkidul.

Disampaikan bahwa dalam Pelayanan ANC Terpadu Puskesmas dengan pelayanan standar 10 T kepada setiap ibu hamil, diperlukan skrining risiko tinggi ibu hamil seperti Anemia, Kurang Energi Kronis (KEK), imunisasi TT, status gizi, dan Triple Eleminasi (Hepatitis B, HIV dan IMS/Sifilis). Selain itu untuk pemenuhan standar layanan kesehatan Bayi dan Balita perlu adanya layanan MTBM dan MTBS, IMD, ASI Eksklusif, vitamin A, SDIDTK dan Imunisasi Dasar Lengkap. Melalui MTBS diharapkan skrining penemuan kasus Pneumonia, dan HIV pada anak Balita bisa lebih baik lagi. Selain itu 3 hal penting dalam penanggulangan/pencegahan Stunting pada Balita adalah pemenuhan kecukupan gizi seimbang, sanitasi yang baik dan terpenuhinya imunisasi dasar lengkap. Setiap kasus gizi buruk balita perlu dilakukan skrining HIV, begitu pula setiap kasus ibu Hamil dengan HIV perlu dilakukan skrining TBC dan Hepatitis B dan sebaliknya. Dengan skrining yang tepat, tentunya dapat dilakukan intervensi yng cepat dan tepat, efektif dan efisien sehingga Ibu dan Anak terhindar dari komplikasi bahkan kematian.

berita
artikel
Dinkes GK

373total visits,1visits today