Batasi Gula Garam Lemak dengan G4 G1 L5

Berikut kumpulan tulisan tentang pentingnya membatasi konsumsi gula, garam dan lemak:ggl

Kemajuan teknologi pangan, kemajuan ekonomi, serta serbuan pangan instan,  mendorong perubahan pola makan yang tidak sehat, yakni tinggi lemak, tinggi gula, tinggi garam, rendah serat. Pola makan semacam ini berdampak pada meningkatnya kasus kegemukan dan penyakit degeneratif.

“Tingkat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih masyarakat Indonesia meningkat setiap tahunnya. Angka penyakit tidak menular juga meningkat,” ujar Kepala Sub Bagian Kemitraan Promosi Kesehatan Kemkes RI Theresia Irawati di Gedung Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (5/2/2015).

Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sebanyak 26,2 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi garam berlebih, naik dari tahun 2009 yakni 24,5 persen dan lemak berlebih 40,7 persen naik dari tahun 2009 yakni 12,8 persen.

Sebagai contoh, satu potong donat cokelat mengandung sekitar 1,5 sendok makan gula. Kemudian dalam segelas minuman bersoda mengandung sekitar 2,5 sendok makan gula. Konsumsi sepotong donat dan minuman soda saja sudah memenuhi batasan konsumsi gula, yaitu, 4 sendok makan atau 50 gram per hari per orang.

Batas konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan RI (Kemkes) per orang per hari yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula, 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan untuk lemak hanya 67 gram (5 sendok makan minyak). Untuk memudahkan, rumusannya adalah G4 G1 L5.

Kasubdit Bina Konsumsi Makanan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemkes RI Pudjo Hartono menjelaskan, gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2.

“Gula alami juga terkandung dalam buah-buahan segar. Jadi sebenarnya kita tidak perlu tambahan gula lagi,” terang Pudjo.

Sementara itu, garam mengandung natrium dan sodium. Garam dalam jumlah sedikit dibutuhkan untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Jika berlebihan, garam dapat menyebabkan hipertensi hingga stroke. Contoh makanan yang mengandung garam yaitu dalam 1 sendok makan kecap terdapat ¼ sendok teh garam dan dalam 1 bungkus mie instan mengandung sekitar ¾ sendok teh garam.

Sedangkan lemak, juga diperlukan dalam tubuh sebagai cadangan energi. Lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga kanker. Lemak dapat berbentuk padar dan cair (minyak). Lemak pun banyak ditemui pada makanan yang digoreng. Misalnya, dalam 1 potong ayam goring tepung, emngandung sekitar 2 sendok makan minyak.

Program edukasi “Cermati Konsumsi Gula, Garam, Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan” pun digelar ntuk 200 dokter Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Rabu (4/2/2015) hingga Kamis (5/2/2015). Program yang digelar Nutrifood, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk membatasi konsumsi GGL.

Sumber: http://health.kompas.com/read/2015/02/06/111000623/Batasan.Aman.Konsumsi.Gula.Garam.dan.Lemak

 

Kasubdit Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, dr.Lily Banonah  Rivai, MEpid, mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari, manusia tak dapat lepas dari mengonsumsi sumber makanan yang mengandung gula, garam dan lemak (GGL).

Akan tetapi, konsumsi GGL harus dibatasi agar tidak berlebih. Mengapa? “Tentu saja agar terhindar dari berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang justru saat ini menjadi penyebab kematian cukup tinggi di Indonesia. Bahkan penderitanya dari tahun ke tahun semakin muda saja,” ujar Lily.

Mengonsumsi GGL sesuai batas, berguna untuk menjaga jantung dan organ tubuh lain tetap berfungsi baik dan sehat. Adapun anjuran batas konsumsi GGL yang disarankan oleh Kemenkes RI, untuk usia anak-anak (balita) hingga dewasa, yakni:

– Gula per orang per hari 50 gram (4 sendok makan)

– Garam per orang per hari 2.000 miligram natrium/sodium atau 5 gram (1 sendok teh)

– Lemak per orang per hari 67 gram (5 sendok makan)

“Mengonsumsi gula berlebih dapat berisiko menyebabkan obesitas, sehingga menyebabkan adanya penumpukan lemak etopik di dalam otot. Hal ini kemudian menyebabkan adanya resistensi insulin. Inilah yang kemudian menyebabkan Diabetes Melitus Tipe 2,” terang Lily.

Dan bila mengonsumsi garam berlebih, imbuh Lily, akan menyebabkan kadar Natrium dalam darah meningkat. “Dampaknya, ginjal tidak mampu mengeluarkan racun dalam tubuh. Sementara Natrium bersifat menarik dan mengikat air, sehingga volume cairan tubuh akan meningkat.”

Efek buruk dari mengonsumsi garam berlebih, kata Lily, volume darah akan naik, sehingga jantung akan bekerja lebih keras. Hal ni menyebabkan hipertensi dan otot jantung menebal.

“Akibatnya, akan mengalami gangguan irama jantung, pompa jantung melemah, dan berakhir pada gagal jantung. Atau mengalami bekuan darah hingga terjadi peyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah, dan inilah yang akan menyebabkan serangan jantung.”

Selanjutnya, mengonsumsi lemak berlebih akan menyebabkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah meningkat. Dampaknya, akan semakin banyak lemak dari hati diangkut ke jaringan tepi (perifer) tubuh.

“Jika lemak ini terserap terus-menerus oleh tubuh, akan menyebabkan obesitas. Lebih jauh, jaringan perifer akan mengalami keterbatasan dalam menyerap lemak, sehingga akan tersisa banyak lemak di dalam darah.”

Lemak yang tersisa dalam darah ini, imbuh Lily, dapat menumpuk pada dinding pembuluh darah, sehingga timbul ketak (plak), yang kemudian menyebabkan penyempitan pembuluh darah. “Bahayanya, dapat menyebabkan gagal jantung atau serangan jantung,” tandas Lily. Sumber: http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Umum/Anjuran-Batas-Konsumsi-Gula-Garam-dan-Lemak-Menurut-Kemenkes/

Dengan berkembangnya kemajuan teknologi pangan instan di dunia membuat banyak bermunculan produk-produk makanan yang seringkali jauh dari sehat karena beberapa produk makanan kini kadang tidak lagi memperhatikan dampak kesehatan bagi orang yang mengkonsumsinya dengan kandungan tinggi gula, tinggi lemak serta tinggi garam membuat makanan tersebut menjadi makanan yang tidak sehat untuk dikonsumsi.

Pola makan tidak sehat seperti ini jika dilakukan dalam jangka waktu panjang maka akan berdampak bagi kesehatan tubuh seperti meningkatnya kasus kegemukan serta penyakit degeneratif, seperti survei kesehatan yang dilakukan oleh dinas kesehatan di Indonesia terbukti bahwa adanya peningkatan tingkat konsumsi garam, gula dan juga lemak yang berlebihan di masyarakat perkotaan setiap tahunnya karena pengaruh makanan yang dikonsumsinya.

Berdasarkan riset kesehatan tahun 2009 hingga 2013 di Indonesia didapat data bahwa masyarakat Indonesia mengkonsumsi garam berlebih naik dari 24,5 persen menjadi 26,2 persen sedangkan untuk masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi lemak berlebih naik dari 12,8 persen menjadi 40,7 persen sehingga kenaikan persentasi dalam mengkonsumsi makanan yang tidak sehat pun menjadi meningkat dan ini perlu diwaspadai karena berkaitan erat juga dengan meningkatnya pasien yang terkena penyakit akibat dari mengkonsumsi garam, gula dan juga lemak yang berlebihan.

Dapat diambil suatu contoh sederhana bilamana seseorang mengkonsumsi minuman bersoda yang di dalamnya terkandung kandungan gula sebanyak 2,5 sendok makan dan juga jika ditambah sepotong kue donat yang ditaburi coklat  mengandung gula sebanyak 1,5 sendok makan maka dua jenis makanan dan minuman ini sudah memenuhi batas maksimum seseorang dalam konsumsi gula perharinya yaitu sekita 4 sendok makan atau sekitar 50 gram tapi tentunya dalam sehari kita akan mengkonsumsi makanan lainnya sehingga melebihi batas maksimal yang sudah disarankan dan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan untuk jangka panjang.

Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui berapa sih batasan seseorang dalam mengkonsumsi garam, gula dan juga lemak dalam sehari?

Kementerian Kesehatan RI memberikan daftar yang disarankan untuk seseorang mengkonsumsi ke 3 makanan tersebut perharinya yaitu:

( Untuk mempermudah dalam mengingat bisa digunakan rumus G4 G1 L5 )

1. Gula – 50 gram ( 4 sendok makan ) per hari
Gula memang diperlukan oleh tubuh sebagai sumber energi tapi jika kita berlebihan dalam mengkonsumsinya maka akan mengganggu kesehatan seperti menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2, kita bisa menggantikan konsumsi gula dengan mengkonsumsi buah-buahan segar yang tentunya lebih sehat bagi tubuh dibandingkan dengan mengkonsumsi gula langsung.

2. Garam – 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam ( 1 sendok teh )
Garam juga dibutuhkan oleh tubuh untuk mengatur kandungan air didalam tubuh namun yang dibutuhkan hanya dalam jumlah kecil saja jika dikonsumsi berlebihan akan mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan seperti hipertensi sampai stroke, perlu kita ketahui juga ternyata dalam 1 sendok makan kecap mengandung garam sebanyak 1/4 sendok teh dan untuk 1 bungkus mie instan mengandung garam sebanyak 3/4 sendok teh .

3. Lemak – 67 gram ( 5 sendok makan minyak )
Lemak diperlukan oleh tubuh sebagai cadangan energi, lemak selain terdapat dalam daging juga bisa ditemui dalam makanan yang digoreng, susu dan lain-lain, kita ambil contoh 1 potong ayam goreng tepung ternyata mengandung minyak sebanyak 2 sendok makan jadi sebaiknya kita membatasi dalam mengkonsumsi makanan yang digoreng dan makanan berlemak lainnya karena jika berlebihan akan beresiko menimbulkan penyakit seperti penyakit jantung sampai kanker.

Itulah batasan aman untuk seseorang mengkonsumsi makanan seperti gula, garam dan lemak perharinya, lebih baik kita mulai sekarang membatasi mengkonsumsi makanan tersebut dan melakukan pola makan yang sehat karena jika tidak siap-siaplah suatu saat nanti akan banyak penyakit yang siap menanti, tentunya kita tidak ingin sampai mengalami hal tersebut bukan? http://sehatalami99.blogspot.com/2015/03/batas-konsumsi-gula-garam-dan-lemak.html

Comments Closed

Comments are closed. You will not be able to post a comment in this post.